8 Gangguan Mental dan Kejiwaan Akibat Kecanduan Sosial Media

8 Gangguan Mental dan Kejiwaan Akibat Kecanduan Sosial Media

kecanduan sosial media
kecanduan sosial media

Menurut agent88bet perkembangan teknologi semakin modern dari zaman ke zaman. Tapi, di lainmembawa kemajuan untuk setiap orang, pertumbuhan teknologi ini pun dapat membawa akibat buruk, terutaam untuk pemakai yang masih belia atau masih remaja. Tak jarang, pemakaian sosial media yang nggak arif atau membias dan bahkan berlebihan dapat mengantarkan ke gangguan kejiwaan atau gangguan mental.

Untuk mengetahuinya semenjak dini dan dapat mengerjakan antisipasi, yuk ketahui sejumlah gangguan mental dan kejiwaan yang tidak jarang terjadidampak kecanduan sosial media.

1. Narcissistic personality disorder (NPD)
Nasristik, tentu pernah dengar, kan? Walaupun sering dipakai sebagai kalimat cibiran untuk rekan yang hobi potret selfie dan ngaca, tapisebetulnya narsistik ini adalahsalah satu gangguan jati diri yang tidak jarang terjadi di kalangan remaja masa sekarang dan berdampak fatal. Penderita gangguan ini paling mengagumi dirinya sendiri, nggak heranbila penderita narsistik ini hobinya menyebarkan potret selfie dan mengumbar kebahagiaan pribadinya. Di dunia nyata, penderita NPD iniseringkali bersikap egois, tidak cukup empati dan nggak maumemperhatikan orang beda karena hendak semua perhatian melulu terpusat padanya. Dampaknya? Susah menjalin hubungan dengan orang yang terlampau cinta dan kagum terhadap dirinya sendiri.

2. Body Dysmorphic Disorder (BDD)
Setiap orang yang mengunggah potret di sosial media tentu sudah dikurasi dan diedit sedemikian rupa supaya terlihat stunning dengan asa mendapatkan tidak sedikit likes dan menemukan ketenaran. Mulai dari mengedit warna foto, warna kulit, bahkan rinci bagian tubuh supaya terlihat proporsional. Tanpa sadar, urusan itu mengarahkan pemakaisosial media guna menderita Body Dysmorphic Disorder, yakni gangguan di mana merasa insecure, fobia atau merasa nggak pede bila ada unsur tubuh yang ia merasa tidak cukup puas.

Biasaya, gangguan ini terjadi salah satu mereka yang terlampau seringmenyaksikan foto-foto public figure atau influencer dengan tubuh atau penampilan yang mereka inginkan. Akibatnya, mereka merasa insecure dan nggak pede terhadap tubuhnya sendiri.

Berbeda dengan penderita NPD yang kegemaran ngaca guna kembali lagi mengagumi dirinya sendiri, penderita BDD ini justru kegemaran melihat kaca guna mengingatkan pulang bagian tubuh mana yang ia benci. Makanya, nggak heran, sebab terlalu sering menyaksikan foto-foto yang telah dikonstruksikan, penderita NPD ini rela mengerjakan operasi, perawatan wajah dan sekian banyak perombakan lain guna penampilannya. Dampaknya? Akan tidak jarang kali merasa tak puas. Jadi, untuk anda yangkegemaran melihat foto-foto artis, yakinkan dirimu bahwa anda sudahlumayan sempurna.

3. Addiction
Addiction, atau ketagihan, ialah salah satu gangguan yang pun sering terjadi salah satu pemakai sosial media. Ada yang ketagihan memeriksa sosial media masing-masing jam, ada pun yang ketagihan untukmenyaksikan video di YouTube dan sekian banyak hal lain. Ketagihan terhadap internet dan sosial media ini tidak sesederhana kedengarannya. Karena pasalnya, ketagihan ini dapat menyebabkan gangguan pekerjaan sehari-hari, mulai dari sulit tidur, kurang konsentrasi terhadapkegiatan dan sekolah, bahkan hingga menghilangkan produktivitas danmenambah kemalasan. Bahkan, parahnya, dapat jadi penderitanya kehilangan kehidupan sosial nyata karena melulu terpaku dengan berkomunikasi lewat media sosial.

4. Social Media Anxiety Disorder
Kurang lebih sama dengan Addiction, Social Media Anxiety Disorder atau SMAD ialah salah satu gangguan di mana semua pemakai sosial media merasa ketergantungan dan tidak dapat lepas dari sosial media. Kapanjuga dan di mana pun, penderita SMAD ini bakal selalu memeriksa sosial medianya, ketika lagi kerja, lagi makan, atau bahkan hangout dengan teman-temannya. Update kedudukan dan foto-foto ialah hal wajib untuk para penderita SMAD ini. Tapi, nggak melulu berhenti di situ aja, penderita SMAD ini pun akan memeriksa feedback dari pemakai beda dengan memeriksa secara rutin tentang berapa likes atau komentar yang ia dapatkan dari postingannya. Kalau nggak menemukan likes atau feedback yang diinginkan, atau bahkan saaat followers-nya berkurang, penderita SMAD ini bakalan ngerasa terganggu.

5. Borderline Personality Disorder (BPD)
Mendatangi acara ulang tahun, pernikahan, atau pertemuan kecil pastiialah salah satu momen yang mesti diabadikan di sosial media, kan? Tapi, sadar nggak sadar, urusan itu justru dapat memacu pemakai sosial media guna mempunyai gangguan Borderline Personality Disorder, yakni ketakutan, kekhawatiran dan pun gangguan benak yang lainnya sebab baru saja menyaksikan update-an acara rekan yang nggak mengundangnya. Mungkin, di awal-awal, perasaan itu hanyalah berbentuk kekesalan dan kesedihan, namun, untuk penderita yang telah parah, urusan itu akan mengganggu kehidupannya sebab merasa ditampik atau ditinggalkan dalam lingkungannya. Di samping BPD, fobia kehilangan atau ketinggalan sebuah hal pun disebut dengan FOMO, atau Fear of Missing Out.

Bukan cuma guna orang lain, kamu pun pasti menikmati hal yang sama saatmenyaksikan update-an rekan yang nggak mengundangmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *